Kemenangan telak 5-0 atas Irak, memastikan Senegal mengunci tempat di babak 32 besar Piala Dunia. Tim asal Afrika Barat itu menyusul Bosnia-Herzegovina, Ekuador, Swedia, dan Paraguay yang lolos lebih dulu.
Senegal merupakan salah satu tim yang bisa jadi ancaman di Piala Dunia 2026. Mereka adalah tim Afrika yang kaya pengalaman di turnamen ini.
Empat tahun lalu, mereka lolos ke babak 16 besar. Bahkan, pada Piala Dunia 2002, mereka lolos hingga perempat final.
Akan tetapi, kampanye mereka di fase grup melewati jalan berliku. Mereka tergabung dalam Grup I, yang disebut-sebut sebagai grup neraka, bersama Perancis, juara dan finalis dua edisi terakhir, dan Norwegia, yang tengah on fire bersama Erling Haaland. Hanya Irak, tim yang relatif lebih mudah untuk dihadapi.
Senegal pun terseok-seok di dua laga pembuka meski dihuni sejumlah pemain bintang, seperti Nicola Jackson, Pape Gueye, Mamadou Sarr, dan Sadio Mane. Mereka tak berdaya saat dibungkam 3-1 oleh Perancis dan 3-2 oleh Norwegia. Tanpa poin dalam dua pertandingan, kans mereka lolos semakin kecil.
Pertahanan rapuh
Perubahan format Piala Dunia 2026 menyelamatkan Senegal. Penambahan peserta dari 32 tim menjadi 48 negara menghadirkan skema baru.
Tidak hanya juara dan runner up grup yang lolos, tetapi juga delapan tim peringkat ketiga terbaik. Babak penyisihan grup pun jadi lebih longgar.
Akhirnya, kemenangan telak atas Irak mengunci tempat Senegal di fase gugur. Mereka hanya mengumpulkan tiga poin dengan selisih gol plus 2. Sebelumnya, mereka tanpa poin dengan selisih gol minus tiga.

Senegal belum mendapat lawan yang pasti di fase gugur. Namun, kemungkinan besar, akan bertemu Inggris, pemuncak sementara Grup L. Yang jelas siapa pun lawannya, mereka harus berbenah agar dapat melaju lebih jauh.
“Meskipun kami mencetak lima gol, masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” kata Pelatih Senegal, Pape Thiaw, usai laga melawan Irak, dikutip dari Reuters.
Saat melawan Irak di Stadion Toronto, Senegal unggul lewat gol cepat pada menit ke-4. Meski Irak bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13, mereka kesulitan mengoptimalkan peluang. Barulah pada babak kedua mereka menggila dengan empat gol tambahan.

Pertahanan Senegal juga rapuh pada dua laga pembuka. Meski mampu mencetak tiga gol, mereka kebobolan enam gol dari Perancis dan Norwegia. Hal ini jadi pekerjaan rumah bagi Thiaw jika nanti berhadapan dengan Inggris yang punya bomber tajam seperti Harry Kane.
Senegal dua kali berjumpa Inggris dengan catatan saling berbalas. Transfermarkt mencatat, pada Piala Dunia 2022, Senegal kalah 3-0 di babak 16 besar. Sementara itu, pada laga persahabatan setahun lalu, Senegal membalas dengan skor 1-3.
Swedia tanpa pilihan
Dua tim peringkat ketiga terbaik lainnya dipastikan bertemu tim raksasa. Mereka adalah Swedia dan Paraguay. Swedia akan menantang Perancis, sedangkan Paraguay menghadapi Jerman.
Swedia kini menempati urutan pertama dari delapan slot peringkat ketiga terbaik grup. Mereka mengunci tempat di fase gugur usai menahan imbang Jepang dengan skor 1-1 pada laga pamungkas.
Swedia membuka kampanye Piala Dunia mereka dengan skor meyakinkan 5-1 atas Tunisia di Grup F. Kemenangan itu seolah membuktikan mereka layak tampil di turnamen itu setelah fase-fase sulit di babak kualifikasi zona Eropa.

Akan tetapi, Swedia menelan kekalahan dengan skor identik dari Belanda. Peluang seolah mengecil karena menantang Jepang di laga terakhir.
Sempat tertinggal, mereka dapat menyamakan kedudukan bahkan sempat menggentarkan raksasa Asia itu. Swedia mengumpulkan empat poin dengan selisih 0 gol.
Swedia tak punya banyak waktu bernapas lega. Sebab, pada 1 Juli 2026, mereka dipastikan akan berjumpa Perancis yang jadi juara grup usai menghancurkan Norwegia yang menurunkan pemain pelapis dengan skor 1-4.
Pelatih Swedia Graham Potter, usai timnya dipastikan lolos, Jumat (26/6/2026) lalu, mengatakan, siapa pun lawan di babak 32 besar, Swedia tetap akan jadi tim yang kurang diunggulkan. Saat itu, Swedia berpotensi berhadapan dengan Perancis, Norwegia, dan Jerman.
“Saya pikir kami akan menjadi tim yang kurang diunggulkan dalam pertandingan ini, tentu saja, mengingat asal usul kami dan apa yang telah kami lakukan,” kata Potter, dikutip dari AFP.

Meski jadi underdog pada fase gugur, Potter tetap bangga timnya bisa lolos. Swedia siap bersaing dan mencoba yang terbaik. Yang jelas, ia mesti memulihkan para pemain terlebih dahulu.
“Memastikan bahwa secara fisik kami dalam kondisi yang baik untuk menghadapi siapa pun lawan kami,” kata mantan Pelatih Chelsea itu.
Swedia belum pernah berjumpa dengan Perancis di Piala Dunia. Namun, dalam berbagai turnamen lain dan laga persahabatan, mereka lebih sering kalah.
Sejak 10 November 1935, Swedia sudah 23 kali bertemu Perancis. Tim Kuning Biru menang enam kali, sedangkan Perancis menang 12 kali, dan lima laga lainnya berakhir imbang.
Peluang Paraguay
Sementara itu, Paraguay dari Grup D bakal bertemu pemuncak Grup E, Jerman, di fase gugur pada 30 Juni 2026. Melawan juara di empat edisi Piala Dunia itu tentu bukan perkara mudah.
Paraguay mengawali kampanye Piala Dunia dengan kekalahan dari tuan rumah, Amerika Serikat, dengan skor 4-1, tetapi mampu bangkit dengan memulangkan Turki pada pertandingan kedua dengan skor 0-1. Di laga pamungkas, mereka menahan Australia, 0-0, untuk sama-sama lolos.

Tim asal Amerika Latin itu baru dua kali bertemu Jerman dengan hasil satu kekalahan dan satu hasil imbang. Di Piala Dunia 2002, Paraguay kalah 1-0 dari Jerman, sedangkan pada laga persahabatan 13 tahun silam, mereka imbang 3-3.
Meski tidak diunggulkan, Paraguay tentu tetap punya peluang. Apalagi Jerman baru saja kalah secara mengejutkan oleh Ekuador, tim Amerika Latin lainnya, pada laga pamungkas Grup E dengan skor 2-1. Hasil itu bisa jadi inspirasi bagi Paraguay.
Bosnia tantang tuan rumah
Peringkat ketiga terbaik lainnya yang pasti lolos, Bosnia-Herzegovina, akan menantang tuan rumah, AS, di babak 32 besar pada 1 Juni 2026. Mereka belum pernah berjumpa di Piala Dunia, tetapi telah tiga kali berhadapan dalam laga persahabatan.
AS dua kali menang dengan skor 4-3 dan 1-0 pada tahun 2013 dan 2021. Adapun pada perjumpaan di tahun 2018, keduanya bermain imbang 0-0.
AS dengan dukungan penuh penonton tentu jadi tim unggulan dalam partai ini. Dari segi peringkat, keduanya tim berjarak cukup jauh. AS berada di peringkat ke-17 dunia, sedangkan Bosnia-Herzegovina hanya di posisi ke-64.

Akan tetapi, dalam perjalanan ke Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina berulang kali menghadirkan kejutan. Di final play off kualifikasi zona Eropa, mereka memupus mimpi Italia kembali ke turnamen itu untuk tiga edisi berturut-turut.
Di babak penyisihan Grup B, Edin Dzeko dan kawan-kawan juga membuka turnamen dengan kurang meyakinkan. Mereka ditahan imbang tuan rumah, Kanada, dengan skor 1-1, dan ditumbangkan Swiss dengan skor 1-4.
Mereka kemudian mampu menyegel satu tempat sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik usai mengalahkan Qatar dengan skor 3-1. Bosnia-Herzegovina berada di peringkat ketiga tim peringkat tiga terbaik dengan empat poin dan selisih gol minus 1.
AS memang diunggulkan, tetapi tim berjulukan ”The Yanks” itu punya rekor buruk menghadapi tim-tim Eropa. Kekalahan 2-3 dari Turki di laga pamungkas Grup D menambah rekor jadi 10 kekalahan beruntun dari tim asal Eropa.

Sementara itu, Ekuador yang jadi kuda hitam Grup E belum punya lawan pasti. Mereka harus menunggu hasil dari pertandingan Grup J, K, dan L. Bisa jadi Portugal, Meksiko, atau mungkin Inggris.
Di daftar peringkat ketiga terbaik, Ekuador bertengger di posisi kedua dengan empat poin dan selisih gol 0. Mereka membayar dua penampilan buruk di dua laga awal dengan kemenangan melawan Jerman, 2-1.
Siapa akan menyusul?
Hingga Sabtu (27/6/2026) sore WIB, masih ada tiga slot peringkat ketiga terbaik yang tersisa. Untuk sementara, posisi enam, tujuh, dan delapan dihuni Iran dari Grup G dengan tiga poin dan selisih gol 0, Kroasia dari Grup L dengan tiga poin dan selisih gol minus 1, dan Korea Selatan dari Grup A dengan tiga poin dan selisih gol minus 1.
Akan tetapi, posisi Iran dan Korea Selatan rawan terancam tim-tim di Grup J, K, dan L yang baru menjalani dua laga. Mereka mungkin tergusur jika Austria bermain imbang dengan Aljazair di Grup J dan RD Kongo menang atas Uzbekistan serta Kroasia menang atau seri melawan Ghana. Aljazair mengumpulkan tiga poin, sedangkan RD Kongo mengoleksi satu poin.
Kemenangan telak 5-0 atas Irak, memastikan Senegal mengunci tempat di babak 32 besar Piala Dunia. Tim asal Afrika Barat itu menyusul Bosnia-Herzegovina, Ekuador, Swedia, dan Paraguay yang lolos lebih dulu.
Senegal merupakan salah satu tim yang bisa jadi ancaman di Piala Dunia 2026. Mereka adalah tim Afrika yang kaya pengalaman di turnamen ini.
Empat tahun lalu, mereka lolos ke babak 16 besar. Bahkan, pada Piala Dunia 2002, mereka lolos hingga perempat final.

Akan tetapi, kampanye mereka di fase grup melewati jalan berliku. Mereka tergabung dalam Grup I, yang disebut-sebut sebagai grup neraka, bersama Perancis, juara dan finalis dua edisi terakhir, dan Norwegia, yang tengah on fire bersama Erling Haaland. Hanya Irak, tim yang relatif lebih mudah untuk dihadapi.
Senegal pun terseok-seok di dua laga pembuka meski dihuni sejumlah pemain bintang, seperti Nicola Jackson, Pape Gueye, Mamadou Sarr, dan Sadio Mane. Mereka tak berdaya saat dibungkam 3-1 oleh Perancis dan 3-2 oleh Norwegia. Tanpa poin dalam dua pertandingan, kans mereka lolos semakin kecil.
Pertahanan rapuh
Perubahan format Piala Dunia 2026 menyelamatkan Senegal. Penambahan peserta dari 32 tim menjadi 48 negara menghadirkan skema baru.
Tidak hanya juara dan runner up grup yang lolos, tetapi juga delapan tim peringkat ketiga terbaik. Babak penyisihan grup pun jadi lebih longgar.
Akhirnya, kemenangan telak atas Irak mengunci tempat Senegal di fase gugur. Mereka hanya mengumpulkan tiga poin dengan selisih gol plus 2. Sebelumnya, mereka tanpa poin dengan selisih gol minus tiga.

Senegal belum mendapat lawan yang pasti di fase gugur. Namun, kemungkinan besar, akan bertemu Inggris, pemuncak sementara Grup L. Yang jelas siapa pun lawannya, mereka harus berbenah agar dapat melaju lebih jauh.
“Meskipun kami mencetak lima gol, masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” kata Pelatih Senegal, Pape Thiaw, usai laga melawan Irak, dikutip dari Reuters.
Saat melawan Irak di Stadion Toronto, Senegal unggul lewat gol cepat pada menit ke-4. Meski Irak bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13, mereka kesulitan mengoptimalkan peluang. Barulah pada babak kedua mereka menggila dengan empat gol tambahan.

Pertahanan Senegal juga rapuh pada dua laga pembuka. Meski mampu mencetak tiga gol, mereka kebobolan enam gol dari Perancis dan Norwegia. Hal ini jadi pekerjaan rumah bagi Thiaw jika nanti berhadapan dengan Inggris yang punya bomber tajam seperti Harry Kane.
Senegal dua kali berjumpa Inggris dengan catatan saling berbalas. Transfermarkt mencatat, pada Piala Dunia 2022, Senegal kalah 3-0 di babak 16 besar. Sementara itu, pada laga persahabatan setahun lalu, Senegal membalas dengan skor 1-3.
Baca JugaTiga Bintang, Messi, Haaland, dan Mbappe, Meledak dengan Cara Berbeda
Swedia tanpa pilihan
Dua tim peringkat ketiga terbaik lainnya dipastikan bertemu tim raksasa. Mereka adalah Swedia dan Paraguay. Swedia akan menantang Perancis, sedangkan Paraguay menghadapi Jerman.
Swedia kini menempati urutan pertama dari delapan slot peringkat ketiga terbaik grup. Mereka mengunci tempat di fase gugur usai menahan imbang Jepang dengan skor 1-1 pada laga pamungkas.
Swedia membuka kampanye Piala Dunia mereka dengan skor meyakinkan 5-1 atas Tunisia di Grup F. Kemenangan itu seolah membuktikan mereka layak tampil di turnamen itu setelah fase-fase sulit di babak kualifikasi zona Eropa.

Akan tetapi, Swedia menelan kekalahan dengan skor identik dari Belanda. Peluang seolah mengecil karena menantang Jepang di laga terakhir.
Sempat tertinggal, mereka dapat menyamakan kedudukan bahkan sempat menggentarkan raksasa Asia itu. Swedia mengumpulkan empat poin dengan selisih 0 gol.
Swedia tak punya banyak waktu bernapas lega. Sebab, pada 1 Juli 2026, mereka dipastikan akan berjumpa Perancis yang jadi juara grup usai menghancurkan Norwegia yang menurunkan pemain pelapis dengan skor 1-4.
Baca JugaPalagan Mbappe-Haaland, Jalur Mudah ”GOAT”, dan Potensi Nirkejutan Tuan Rumah di Piala Dunia
Pelatih Swedia Graham Potter, usai timnya dipastikan lolos, Jumat (26/6/2026) lalu, mengatakan, siapa pun lawan di babak 32 besar, Swedia tetap akan jadi tim yang kurang diunggulkan. Saat itu, Swedia berpotensi berhadapan dengan Perancis, Norwegia, dan Jerman.
“Saya pikir kami akan menjadi tim yang kurang diunggulkan dalam pertandingan ini, tentu saja, mengingat asal usul kami dan apa yang telah kami lakukan,” kata Potter, dikutip dari AFP.

Meski jadi underdog pada fase gugur, Potter tetap bangga timnya bisa lolos. Swedia siap bersaing dan mencoba yang terbaik. Yang jelas, ia mesti memulihkan para pemain terlebih dahulu.
“Memastikan bahwa secara fisik kami dalam kondisi yang baik untuk menghadapi siapa pun lawan kami,” kata mantan Pelatih Chelsea itu.
Baca JugaDua Gol ke Gawang Tunisia Buat Hati Yasin Ayari Terbelah
Swedia belum pernah berjumpa dengan Perancis di Piala Dunia. Namun, dalam berbagai turnamen lain dan laga persahabatan, mereka lebih sering kalah.
Sejak 10 November 1935, Swedia sudah 23 kali bertemu Perancis. Tim Kuning Biru menang enam kali, sedangkan Perancis menang 12 kali, dan lima laga lainnya berakhir imbang.
Peluang Paraguay
Sementara itu, Paraguay dari Grup D bakal bertemu pemuncak Grup E, Jerman, di fase gugur pada 30 Juni 2026. Melawan juara di empat edisi Piala Dunia itu tentu bukan perkara mudah.
Paraguay mengawali kampanye Piala Dunia dengan kekalahan dari tuan rumah, Amerika Serikat, dengan skor 4-1, tetapi mampu bangkit dengan memulangkan Turki pada pertandingan kedua dengan skor 0-1. Di laga pamungkas, mereka menahan Australia, 0-0, untuk sama-sama lolos.

Tim asal Amerika Latin itu baru dua kali bertemu Jerman dengan hasil satu kekalahan dan satu hasil imbang. Di Piala Dunia 2002, Paraguay kalah 1-0 dari Jerman, sedangkan pada laga persahabatan 13 tahun silam, mereka imbang 3-3.
Meski tidak diunggulkan, Paraguay tentu tetap punya peluang. Apalagi Jerman baru saja kalah secara mengejutkan oleh Ekuador, tim Amerika Latin lainnya, pada laga pamungkas Grup E dengan skor 2-1. Hasil itu bisa jadi inspirasi bagi Paraguay.
Baca JugaCakar Guarani dan Ujian Paraguay di Piala Dunia 2026
Bosnia tantang tuan rumah
Peringkat ketiga terbaik lainnya yang pasti lolos, Bosnia-Herzegovina, akan menantang tuan rumah, AS, di babak 32 besar pada 1 Juni 2026. Mereka belum pernah berjumpa di Piala Dunia, tetapi telah tiga kali berhadapan dalam laga persahabatan.
AS dua kali menang dengan skor 4-3 dan 1-0 pada tahun 2013 dan 2021. Adapun pada perjumpaan di tahun 2018, keduanya bermain imbang 0-0.
AS dengan dukungan penuh penonton tentu jadi tim unggulan dalam partai ini. Dari segi peringkat, keduanya tim berjarak cukup jauh. AS berada di peringkat ke-17 dunia, sedangkan Bosnia-Herzegovina hanya di posisi ke-64.

Akan tetapi, dalam perjalanan ke Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina berulang kali menghadirkan kejutan. Di final play off kualifikasi zona Eropa, mereka memupus mimpi Italia kembali ke turnamen itu untuk tiga edisi berturut-turut.
Di babak penyisihan Grup B, Edin Dzeko dan kawan-kawan juga membuka turnamen dengan kurang meyakinkan. Mereka ditahan imbang tuan rumah, Kanada, dengan skor 1-1, dan ditumbangkan Swiss dengan skor 1-4.
Baca JugaKanada Vs Bosnia: Laga untuk Mereka yang Datang dan Ditinggalkan
Mereka kemudian mampu menyegel satu tempat sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik usai mengalahkan Qatar dengan skor 3-1. Bosnia-Herzegovina berada di peringkat ketiga tim peringkat tiga terbaik dengan empat poin dan selisih gol minus 1.
AS memang diunggulkan, tetapi tim berjulukan ”The Yanks” itu punya rekor buruk menghadapi tim-tim Eropa. Kekalahan 2-3 dari Turki di laga pamungkas Grup D menambah rekor jadi 10 kekalahan beruntun dari tim asal Eropa.

Sementara itu, Ekuador yang jadi kuda hitam Grup E belum punya lawan pasti. Mereka harus menunggu hasil dari pertandingan Grup J, K, dan L. Bisa jadi Portugal, Meksiko, atau mungkin Inggris.
Di daftar peringkat ketiga terbaik, Ekuador bertengger di posisi kedua dengan empat poin dan selisih gol 0. Mereka membayar dua penampilan buruk di dua laga awal dengan kemenangan melawan Jerman, 2-1.
Siapa akan menyusul?
Hingga Sabtu (27/6/2026) sore WIB, masih ada tiga slot peringkat ketiga terbaik yang tersisa. Untuk sementara, posisi enam, tujuh, dan delapan dihuni Iran dari Grup G dengan tiga poin dan selisih gol 0, Kroasia dari Grup L dengan tiga poin dan selisih gol minus 1, dan Korea Selatan dari Grup A dengan tiga poin dan selisih gol minus 1.
Akan tetapi, posisi Iran dan Korea Selatan rawan terancam tim-tim di Grup J, K, dan L yang baru menjalani dua laga. Mereka mungkin tergusur jika Austria bermain imbang dengan Aljazair di Grup J dan RD Kongo menang atas Uzbekistan serta Kroasia menang atau seri melawan Ghana. Aljazair mengumpulkan tiga poin, sedangkan RD Kongo mengoleksi satu poin.
Baca JugaDari Kinshasa ke Piala Dunia: Rap, Krisis, dan Harapan Baru RD Kongo

Leave a comment