Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berada dalam ancaman polusi udara akibat dampak kebakaran hutan kiriman dari Kanada. Asapnya yang diperkirakan mengandung 1.000 racun itu mewarnai persiapan menjelang final.
Kebakaran hutan yang kini telah meluas melebihi 800 titik telah melanda Kanada sejak awal Juli 2026. Di Toronto, kabut tebal mengubah langit menjadi oranye, mengganggu aktivitas warga, dan memaksa pembatalan berbagai acara.
Saat asap bergerak ke tenggara, Amerika Serikat turut terdampak kebakaran hutan tersebut. Kabut asap menyelimuti New York, beberapa hari menjelang final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Timnas Spanyol, yang mendarat di New Jersey pada Rabu malam waktu setempat atau tepat setelah kondisi semakin buruk, juga terdampak asap dari kebakaran. Spanyol berlatih di luar ruangan keesokan harinya untuk persiapan final dengan matahari terhalang kabut.
Tidak jelas seberapa lama latihan yang dilakukan Spanyol. Anggota media hanya dapat mengamati 15 menit pertama dari sesi yang dijadwalkan berlangsung selama satu jam di East Hanover itu.
Menurut sistem pemantauan Air Now dari Badan Perlindungan Lingkungan AS, kualitas udara di East Hanover pada Kamis pagi tidak sehat. Pada siang hari, kualitas udara membaik sehingga menjadi tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Polusi partikel di New Jersey pada Kamis lebih dari tujuh kali lebih tinggi dari standar Organisasi Kesehatan Dunia. Prakiraan cuaca menunjukkan peningkatan menjadi sedang untuk Minggu atau saat final Piala Dunia.
Kondisi serupa diperkirakan akan turut berdampak pada persiapan Argentina yang baru tiba di New Jersey pada Jumat. Selepas laga kontra Inggris, Argentina sempat bertahan dan berlatih di Atlanta, Georgia.
Atlanta cukup jauh dari dampak kebakaran, yang terbawa angin ke tenggara dari Ontario utara, memicu peringatan dari Midwest AS hingga Timur Laut.

Ahli toksikologi lingkungan Universitas Colorado, Luke Montrose, menghitung, setidaknya 1.000 racun terkandung dalam asap kebakaran hutan. Asap dari kebakaran hutan menyerang hampir setiap sistem dalam tubuh dan membunuh puluhan ribu orang setiap tahun.
”Jika saya memberi Anda daftar, Anda akan mengenali beberapa di antaranya sebagai zat yang sangat berbahaya, sering kali terkait dengan pembakaran bahan bakar diesel atau asap rokok, seperti formaldehida atau senyawa organik volatil,” kata Montrose.
”Asapnya sendiri pun bisa berbahaya,” ujarnya menambahkan.
Asap menyerang tubuh secara langsung, meningkatkan kasus asma dengan peningkatan panggilan ambulans dalam hitungan jam. Asap dapat memicu peradangan di berbagai bagian tubuh, sering kali menyerang titik terlemah seseorang, yang kemudian dapat menyebabkan berbagai efek pada sistem kekebalan tubuh yang mencoba melawan iritan berbahaya.

Kondisi itu jelas bukan situasi ideal untuk menjalani aktivitas sehari-hari, apalagi untuk berolahraga. Para ahli kesehatan pun menyatakan kekhawatiran tentang penyelenggaraan latihan atau olahraga di luar ruangan.
Menurut peneliti kesehatan lingkungan dari Harvard School of Public Health, Mary Johnson, berolahraga di tengah kepungan asap sangat tidak sehat karena akan terpapar lebih banyak polutan seiring dengan udara yang dihirup lebih banyak.
Dokter ruang gawat darurat dan pejabat Global Climate and Health Alliance, Courtney Howard, menyarankan, tim menjadwalkan latihan di dalam ruangan di tengah kondisi kabut asap. Terlebih, pesepak bola yang memperkuat timnas tergolong atlet elite yang menghirup banyak udara.
”Ini adalah atlet elite yang menghirup banyak udara melalui paru-paru mereka selama setiap latihan di setiap pertandingan, dan sebenarnya mereka seharusnya tidak berlatih di luar ruangan jika kualitas udara berada pada kisaran berbahaya untuk polusi udara terkait kebakaran hutan,” kata Howard.
”Saat itulah waktu yang tepat untuk menjadwalkan latihan di dalam ruangan,” ujarnya lagi.

FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kondisi kabut asap ini. Meski begitu, asap diperkirakan akan hilang dari area tersebut jauh sebelum laga final. Hal ini tak lepas dari perkiraan hujan yang akan turun pada Sabtu dan membantu mengurangi polusi udara.
Pertandingan di tengah langit yang dipenuhi asap dan suhu yang sangat panas telah dialami pesepak bola putri Amerika Serikat. Liga Sepak Bola Putri Nasional (NWSL) tetap melanjutkan pertandingan antara Gotham FC dan Washington Spirit pada Rabu malam di hadapan rekor penonton di Citi Field di Queens meskipun ada kabut oranye.
Dengan kualitas udara yang buruk, para pemain diwajibkan untuk mengambil dua istirahat per babak sesuai kebijakan NWSL. Pemain Washington Spirit, Trinity Rodman, mengatakan setelah pertandingan bahwa dengan kualitas udara seperti itu seharusnya mereka tidak bermain.
”Bukan untuk mencari alasan sama sekali, tetapi saya pikir di kedua sisi kita semua seperti, ’istirahat lagi, istirahat lagi, istirahat lagi’,” ucapnya kepada BBC.
Keesokan harinya, pertandingan liga sepak bola putra AS, MLS, ditunda karena kondisi kualitas udara yang buruk di daerah Chicago. Kabut tebal yang menyelimuti Chicago itu membuat laga Chicago Fire kontra Vancouver Whitecaps ditangguhkan. Mantan striker Bayern Muenchen dan Barcelona, Robert Lewandowski, pun harus menunggu untuk debutnya bersama Chicago Fire. (AP/REUTERS)
Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berada dalam ancaman polusi udara akibat dampak kebakaran hutan kiriman dari Kanada. Asapnya yang diperkirakan mengandung 1.000 racun itu mewarnai persiapan menjelang final.
Kebakaran hutan yang kini telah meluas melebihi 800 titik telah melanda Kanada sejak awal Juli 2026. Di Toronto, kabut tebal mengubah langit menjadi oranye, mengganggu aktivitas warga, dan memaksa pembatalan berbagai acara.
Baca JugaSpanyol Vs Argentina, Duel Penguasa Dua Semesta
Saat asap bergerak ke tenggara, Amerika Serikat turut terdampak kebakaran hutan tersebut. Kabut asap menyelimuti New York, beberapa hari menjelang final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Timnas Spanyol, yang mendarat di New Jersey pada Rabu malam waktu setempat atau tepat setelah kondisi semakin buruk, juga terdampak asap dari kebakaran. Spanyol berlatih di luar ruangan keesokan harinya untuk persiapan final dengan matahari terhalang kabut.

Tidak jelas seberapa lama latihan yang dilakukan Spanyol. Anggota media hanya dapat mengamati 15 menit pertama dari sesi yang dijadwalkan berlangsung selama satu jam di East Hanover itu.
Menurut sistem pemantauan Air Now dari Badan Perlindungan Lingkungan AS, kualitas udara di East Hanover pada Kamis pagi tidak sehat. Pada siang hari, kualitas udara membaik sehingga menjadi tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Polusi partikel di New Jersey pada Kamis lebih dari tujuh kali lebih tinggi dari standar Organisasi Kesehatan Dunia. Prakiraan cuaca menunjukkan peningkatan menjadi sedang untuk Minggu atau saat final Piala Dunia.
Baca JugaArgentina Vs Spanyol: Membaca Karakter Dua Finalis dari Meja Konferensi Pers
Kondisi serupa diperkirakan akan turut berdampak pada persiapan Argentina yang baru tiba di New Jersey pada Jumat. Selepas laga kontra Inggris, Argentina sempat bertahan dan berlatih di Atlanta, Georgia.
Atlanta cukup jauh dari dampak kebakaran, yang terbawa angin ke tenggara dari Ontario utara, memicu peringatan dari Midwest AS hingga Timur Laut.

Ahli toksikologi lingkungan Universitas Colorado, Luke Montrose, menghitung, setidaknya 1.000 racun terkandung dalam asap kebakaran hutan. Asap dari kebakaran hutan menyerang hampir setiap sistem dalam tubuh dan membunuh puluhan ribu orang setiap tahun.
”Jika saya memberi Anda daftar, Anda akan mengenali beberapa di antaranya sebagai zat yang sangat berbahaya, sering kali terkait dengan pembakaran bahan bakar diesel atau asap rokok, seperti formaldehida atau senyawa organik volatil,” kata Montrose.
Baca JugaPolusi Udara Picu Depresi, Kecemasan, dan Berbagai Gangguan Mental
”Asapnya sendiri pun bisa berbahaya,” ujarnya menambahkan.
Asap menyerang tubuh secara langsung, meningkatkan kasus asma dengan peningkatan panggilan ambulans dalam hitungan jam. Asap dapat memicu peradangan di berbagai bagian tubuh, sering kali menyerang titik terlemah seseorang, yang kemudian dapat menyebabkan berbagai efek pada sistem kekebalan tubuh yang mencoba melawan iritan berbahaya.

Kondisi itu jelas bukan situasi ideal untuk menjalani aktivitas sehari-hari, apalagi untuk berolahraga. Para ahli kesehatan pun menyatakan kekhawatiran tentang penyelenggaraan latihan atau olahraga di luar ruangan.
Menurut peneliti kesehatan lingkungan dari Harvard School of Public Health, Mary Johnson, berolahraga di tengah kepungan asap sangat tidak sehat karena akan terpapar lebih banyak polutan seiring dengan udara yang dihirup lebih banyak.
Dokter ruang gawat darurat dan pejabat Global Climate and Health Alliance, Courtney Howard, menyarankan, tim menjadwalkan latihan di dalam ruangan di tengah kondisi kabut asap. Terlebih, pesepak bola yang memperkuat timnas tergolong atlet elite yang menghirup banyak udara.
Baca JugaBisakah Argentina Mempertahankan Juara Piala Dunia Bermodal Skuad Tertua?
”Ini adalah atlet elite yang menghirup banyak udara melalui paru-paru mereka selama setiap latihan di setiap pertandingan, dan sebenarnya mereka seharusnya tidak berlatih di luar ruangan jika kualitas udara berada pada kisaran berbahaya untuk polusi udara terkait kebakaran hutan,” kata Howard.
”Saat itulah waktu yang tepat untuk menjadwalkan latihan di dalam ruangan,” ujarnya lagi.

FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang kondisi kabut asap ini. Meski begitu, asap diperkirakan akan hilang dari area tersebut jauh sebelum laga final. Hal ini tak lepas dari perkiraan hujan yang akan turun pada Sabtu dan membantu mengurangi polusi udara.
Pertandingan di tengah langit yang dipenuhi asap dan suhu yang sangat panas telah dialami pesepak bola putri Amerika Serikat. Liga Sepak Bola Putri Nasional (NWSL) tetap melanjutkan pertandingan antara Gotham FC dan Washington Spirit pada Rabu malam di hadapan rekor penonton di Citi Field di Queens meskipun ada kabut oranye.
Dengan kualitas udara yang buruk, para pemain diwajibkan untuk mengambil dua istirahat per babak sesuai kebijakan NWSL. Pemain Washington Spirit, Trinity Rodman, mengatakan setelah pertandingan bahwa dengan kualitas udara seperti itu seharusnya mereka tidak bermain.
Baca JugaKebakaran Hutan di AS dan Kanada
”Bukan untuk mencari alasan sama sekali, tetapi saya pikir di kedua sisi kita semua seperti, ’istirahat lagi, istirahat lagi, istirahat lagi’,” ucapnya kepada BBC.
Keesokan harinya, pertandingan liga sepak bola putra AS, MLS, ditunda karena kondisi kualitas udara yang buruk di daerah Chicago. Kabut tebal yang menyelimuti Chicago itu membuat laga Chicago Fire kontra Vancouver Whitecaps ditangguhkan. Mantan striker Bayern Muenchen dan Barcelona, Robert Lewandowski, pun harus menunggu untuk debutnya bersama Chicago Fire. (AP/REUTERS)

Leave a comment